Kamis, 2009 Juni 18

sekolah catur SCUA


Senin, 2009 Mei 25

Hasil kejuaraan Nasional STIENUS MEGARKENCANA

Senin, 2009 Maret 30

SCS Activity,Chess Simultan with Diana


Diana and friends make an activity,for awhile Diana plays with 8 peoples















Hmmmmm, .... think Diana.........the result are 6 wins,1 losse, 1 draw 

Minggu, 2009 Maret 15

Diana & friends , Radar Jogja

Jumat, 2009 Maret 13

Hasil kejuaraan Gubernur Cup III 2009

Minggu, 2008 Oktober 26

C H E S S

History of Chess

The origins of chess are not exactly clear, though most believe it evolved from earlier chess-like games played in India almost two thousand years ago. The game of chess we know today has been around since the 15th century where it became popular in Europe.

The Goal of Chess

Chess is a game played between two opponents on opposite sides of a board containing 64 squares of alternating colors. Each player has 16 pieces: 1 king, 1 queen, 2 rooks, 2 bishops, 2 knights, and 8 pawns. The goal of the game is to checkmate the other king. Checkmate happens when the king is in a position to be captured (in check) and cannot escape from capture.

Starting a Game

At the beginning of the game the chessboard is laid out so that each player has the white (or light) color square in the bottom right-hand side. The chess pieces are then arranged the same way each time. The second row (or rank) is filled with pawns. The rooks go in the corners, then the knights next to them, followed by the bishops, and finally the queen, who always goes on her own matching color (white queen on white, black queen on black), and the king on the remaining square.

The player with the white pieces always moves first. Therefore, players generally decide who will get to be white by chance or luck such as flipping a coin or having one player guess the color of the hidden pawn in the other player's hand. White then makes a move, followed by black, then white again, then black and so on until the end of the game.

Catur adalah olahraga yang paling:

1. Cepat : karena Pemain mampu mengelilingi arena pertandingan dalam waktu 3 detik

2. Kuat :karena pemain Mampu mengangkat kuda,gajah,bahkan Benteng dengan sebelah tangan

3.Mengerikan :kadang pemain memakan binatang hidup2x (kuda ,gajah) bahkan manusiapun dimakan (Mentri),dan dapat mengakibatkan kematian (skak mat)

4.Keras: karena terjadi saling pukul dengan senjata garpu,sinar laser,dll

5.Murah: karena hanya dengan 25 ribu sudah cukup untuk membeli lapangan berikut propertinya

6.Lama :karena dapat diselesaikan hingga berhari-hari,bahkan berbulan2x

7.Memusingkan: karena harus duduk diam dan berpikir terus menerus

8.Menyeluruh: karena pemain berasal dari semua kalangan,strata,golongan,tanpa perbedaan

9.Mendunia :Karena dapat dipahami ribuan bahkan jutaan bangsa dengan bahasa yang berbeda

10.Aman:karena walaupun terjadi perang besar tetapi tidak akan terjadi cedera pada pemain dan supporter........


Senin, 2008 Oktober 20

Sekolah Catur Sembada / Sembada Chess School

Sekolah Catur Sembada merupakan sekolah catur yang mengedepankan keseimbangan antara pendidikan,pelatihan dan pengajaran.
SCS tidak hanya menghasilkan siswa yang berprestasi tetapi juga menyeimbangkan kemampuan aklaq, ilmu dan ipteknya. Menggunakan metode tersistematis dan berkurikulum, ditambahkan kemampuan praktek,sehingga membentuk pemain yang siap secara teori dan mental.
SCS dalam sistem pembelajaran dibagi dalam paket pembelajaran agar mudah dipahami.
Secara keseluruhan dibagi atas:
Level I.Kelas belajar Catur (Beginner)
Level II.Kelas Intermediate tingkat I
Level III. Kelas Intermediate tingkat II
Level IV.Kelas Advance tingkat I
Level V. Kelas Advance tingkat II 

dengan 2 kali pertemuan dalam 1 minggu.

Keanggotaan:

SCS terbuka secara umum,dalam semua golongan, tanpa batasan usia dan pendidikan,tdk melihat dari kemampuan dalam menyerap pelajaran catur dan permainannya,yang penting memiliki niat untuk belajar catur dan mengasah otak dan kemampuan

Informasi pembiayaan dan lainnya dapat menghubungi sekretariat: JL.Cendrawasih 190 Manukan CC Depok Sleman, atau melalui komentar pada blog ini